Bumi
merupakan suatu tempat yang penuh akan hiburan dan tawa manusia yang berdiri di
atasnya. Setiap saat dan setiap waktu kita selalu merasaan hiburan itu baik
secara langsung maupun tidak. Salah satu yang dapat menjadi hiburan adalah
budaya, dimana manusia merupakan suatu adat istiadat yang senantiasa akan
selalu dijaga dan dilestarikan oleh orang yang menciptakannya maupun
orang-orang yang telah diberi wasiat untuk melestarikan budaya itu, sampai
budaya tersebut memberikan manfaatnya bagi masyarakat sekitar, dan tentunya
mampu memberikan kebanggan tersendiri bagi mereka yang dengan tidak sengaja iut
tersorot oleh budaya tersebut. Budaya, selain mengandung hiburan juga
mengandung nilai pendidikan yang mampu memberikan inspirasi-inspirasi bagi
siapapun yang telah menikmati budaya tersebut.
Di
Indonesia, telah dikenal beribu-ribu budaya yang mampu mengangkat citra
Indonesia di mata dunia. Dari Indonesia yang tidak punya apa-apa sampai menjadi
bangsa yang sangat kaya akan budaya yang berkualtas dan tentunya sangat saying untuk
dilewatkan mata. Dari sekian banyak budaya yang ada di Indonesia, maka sebagai
bangsa yang tentunya bangga akn budayanya, seharusnya kita tahu tentang budaya
negara ita sendiri. Terlebih lagi budaya di daerah yang selama ini kita
tempati. Sebagai contoh, sebagai masyarakat Jawa Timur, maka keseharusan kita
adalah mengetahui budaya masyarakat Jawa Timur seperti tari topeng, jaranan,
budaya bahasa jawa yang baik dan lain sebagainya. Dengan sikap yang demikian
ini, maka secara tidak langsung kita telah berpartisipasi dalam melestarikan
budaya yang telah susah payah diciptakan oleh leluhur kita.
Seperti
yang kita ketahui bahwa budaya yang ada di Jawa Timur merupakan sebuah budaya
yang sangat mencerminkan sifat dan karakter masyarakat Jawa Timur, yaitu selalu
tegas berwibawa dan pantang menyerah, juga selalu taat, patuh dan andhap
ashor pada orang yang lebih tua sebagaimana perwujudan dari bahasa Jawa
Kromo. Namun kini semua telah berbalik arah, berputar 180 derajat, masyarakat
Jawa Timur bukan lagi manusia yang tegas, melainkan lebih bersifat kasar,
arak-arakan dan anarkis. Pemuda Jawa Timur sudah tidak pernah menggunakan
bahasa jawa yang terkesan halus da andhap ashor, sekarang mereka
lebih mengenal bahasa gaul, bahasa alay atau bahkan kerap kali mereka
menggunakan bahasa jawa yang terdengar sangat kasar dan tidak patut untuk
diucapkan.
Namun
untung masih ada masyarakat yang berani melestarikan budaya masyarakat Jawa
Timur yang benar-benar riil. Bahkan dengan adanya mereka kita
dapat memeroleh pendidikan moral dan etika yang tentu saja saat ini diperlukan
untuk para pemuda yang sudah terkikis habis rasa bangganya terhadap budaya
mereka sendiri. Tentu saja sikap berani mereka bisa menjadi tembakan keras
untuk pembangkit rasa bangga pemuda Jawa Timur yang telah luluh lantah sikap
bangsanya.
Melihat
dampak negatif yang ditimbulkan suatu budaya, memang ini adalah suatu
kewajaran, karena seperti yang kita tahu bahwa semua yang diciptakan oleh
manusia merupakan sesuatu yang jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, jika
suatu budaya memang dilahirkan dengan satu kepincangan yang nyata, maka
hendaknya kita mencari cara supaya kepincangan tersebut tidak menjadi halauan
dalam mencapai sebuah tujuan yang baik. Dan semoga dengan tembakan keras para
pemuda yang bertanggung jawab tersebut, diharapkan budaya masyarakat Jawa Timur
mampu bangkit dari keterpurukan dan tidak sampai tereksekusi mati oleh negara
Asing. Amiiiinn…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar